SEKILAS DESA WOTBUWONO

Desa wotbuwono di apit di antara tiga desa, sebelah selatan karangglogong yang penduduknya menganut dua agama Kristen dan dan islam hampir seimbang, desa tersebut juga menpunyai dua pondok pesantern. bukan masalah antara islam dan Kristen dan saling meng hargai menghormati satu sama lainya, yang melakukan ibadah menurut agamanya satu sama lainya .

Sebelah Utara Desa kedungwinagun yang mayoritas warga ber aktifitas pembuatan genteng dan hampir separoh desa jadi pabrik genteng dan juragan genteng, masyrakatnya. sebelah barat Desa welaran yang tidak jauh dengan aktifitas masyrakat dengan desa wotbuwono bercocok taman padi. sebelah barat di batsi kali lukulo di mana sungai menuju laut selatan menjadi pencaharian wargga sekitarnya, pengalihan pasir dan pembuatan batu bata .

Di mana desa wotbuwono yang berkecamatan kelirong kabupaten kebumen yang menpunyai keunikan tersendiri di desa itu sendiri yang menpunyai aktifita kehidupan berwarna warni, di karenakan hamper 30% warga meranto keluar kota maupun luar negri.

Dengan siktar penduduk 2000,000 jiwa kurang lebih, yang di mana desa wotbuwono mepunyai tempat ibadah yang berjumplah 7-8 dan menpunyai dua Sekolahan MI dan SD. Masjib Baitul Salam yang terletak di dukuh Ingas, dan Masjid Baetul Rohman di dukuh Buwana dan Masjid dukuh wotgalih.  Pondok Pesantren Darudta’Ibin yang terletak di dukuh Ingas yang sudah lama berdiri yang telah banyak menghatamkan santriwan dan santriwati. langar 4. greja 1. tapi yang anehnya kerja itu bukan milik desa wotbuwono tetapi milik tetangga namanya karang glogong. yang berdiri di desa wotbuwono, yang memiliki karangglongong. Tapi bukan suatu masalah yang konflik atau sebuah fenomena.

Dan satu lagi keunikan namaya langgar balai kambang yang di mana di tertulis sejarah yang amat panjang dan menpunyai mistik tersendiri dan hampir dua kali setahuan menga adakan sedekah bumi/keslamatan desa, di dukuh ingas yang sangat sacral, di situ katakana oleh orang tua ada sebuah jarun jatuh dari atas menbentuk sumur kecil apa bila tidak di pagar,  akan menbesar terusmenerus dan apa bila ada orang masuk atau jatuh ke sumur itu akan hilang dan jasadnya akan di temukan di laut selatan.

Juga ada sebuah sejarah lengger atau tukang tari yang di kubur hidup-hidup waktu itu oleh masyrakat setempat. sanpai sekarang menbawa fenomena yang aneh sampe dampak anak cucu warga desa wotbuwono, yang tak pernah lepas dari sejarah nenenk moyang. juga berdiri beberapa pabrik genteng usaha bata , di sisi lain kehidpan warga yag paling utama bercocok taman padi dan yang lain mepunyai usaha kecil-kecilan dari jualan sayur, jual dara , kabing , sepeda motor , mobil , took-toko kecil dan berbagai aktifitas dan juga   yang mengatakan orang pintar atau dukun dari aliran putih dan hitan kejawen ada di desa sini.

Di mana desa ini yang menpunyai pemerintahan yang berbagai peminpin yang telah menjabat dari petani , pengusaha , keyai , aparat, pemerinyah sudaha pernah menjabat semua. Untuk menjalankan roda pemerintahan desa wotbuwono. Dari tahun ketahun mulai ada kmajuan dan yang anehnya lagi desa wot buwono pemuda pemudi dari tua dan anak-anak sudah terkenal bodoh-bodohnya oarng wotbuwono  tak bias baca tulis engga  tapi kalo suruh baca Al-qur’an pasti bisa, tapi dengan kemajuan zaman sekarang sudah hampir setiap anak bisa baca tulis dan budaya baca Al-qur;an masih tetap berjalan dengan zaman yang di katakana zaman edan setiap tahun mengadakan khataman sampai dua kali kahataman dari al’qur’an sampai Kitab .