No

Nama

Alamat

Negara Tujuan

Perkara

Tahun Kejadian

1

Asih Rasminah Desa Semanding, Kecamatan Gombong Malaysia Putus Komunikasi dengan Keluarga 2001

2

Nur Saidah Desa Karangrejo Kec. Petanahan Arab Saudi Kecelakaan tertabrak Mobil 2009

3

Parwati Kebumen Malaysia Diusir Majikan, Diperkosa oleh beberapa pemuda di Malaysia 2010

4

Endah Yulianti Desa Entak, Kec. Buluspesantren Malaysia Diperlakukan Buruk oleh Majikan 2010

5

Nitasari Desa Kedungwinangun Kec. Klirong Malaysia Penganiayaan oleh Majikan 2008

6

Eka Yulianti Desa Karangpule, Kec. Karanganyar Singapura Jatuh dari lantai Lima 2009

7

Fauzan Desa Krajan Kec. Buluspesantren Malaysia Tertimpa Runtuhan Supermarket 2009

8

Joko Triyono Desa Demangsari Kec. Ayah Oman Meninggal 2006

9

Waris Hadiyanto Desa Karangsari Kec. Kuthowinangun Malaysia Meninggal, Terjatuh dari lantai dua tempat bekerja 2003

10

Sumain Sri Subekti Desa Legok Kec. Pejagoan Malaysia Terlantar 2006

11

Suharni Widianti Desa Merden Kec. Padureso Malaysia Terlantar 2006

12

Lima PuluH Sembilan TKW Kebumen Malaysia PHK 2009

13

Lima puluh Enam CTKI Kebumen Malaysia Penipuan berkedok penempatan kerja 2008

14

Siful Ulum Desa Tanjungsari Kec. Petanahan Jepang Penipuan Penempatan Kerja 2011

16

Tohisam Desa Kalipoh Kec. Ayah Malaysia Meninggal 2004

17

Surip Desa Kalipoh Malaysia Meninggal 2004

18

Tohani Desa Setrojenar Kec. Buluspesantren Malaysia Penganiayaan 2003

19

Sakiran Desa Ayah Kec. Ayah Malaysia Meninggal 2010

20

Maryatun Desa Ayah Kec. Ayah Taiwan Pemalsuan Dokumen 1999

21

Munjiatun Desa Ayah Kec. Ayah Singapur Penyitaan Dokumen oleh pihak sponsor  

22

Sadini Bin Martosuwito Desa Banjareja, Kec. Puring Arab Saudi Adanya kekerasan fisik dan seksual. Gaji korban tidak dibayarkan 2011

23

Agus setyo widodo Desa Ngabehan, Kec. Mirit Malaysia Penipuan oleh calo PJTKI korban sudah menyetorkan uang hingga 15 juta dan dijanjikan akan bekerja di ML dan bergaji besar 2011

24

Pujiono Desa Wirogaten, Kec. Mirit Malaysia Penipuan oleh calo PJTKI korban sudah menyetorkan uang hingga 15 juta dan dijanjikan akan bekerja di ML dan bergaji besar  

25

Damiri Desa Stitirejo, Kec. Klirong Malaysia Penipuan oleh calo PJTKI korban sudah menyetorkan uang hingga 15 juta dan dijanjikan akan bekerja di ML dan bergaji besar  

26

Suyanto Ds. Sirnoboyo, Kec. Bonorowo Malaysia Penipuan oleh calo PJTKI korban sudah menyetorkan uang hingga 15 juta dan dijanjikan akan bekerja di ML dan bergaji besar  

Upaya penanganan yang dilkaukan Pemkab.

 

  1. Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kebumen mengadakan program pencegahan PTPPO di 10 sekolah dan 2 desa /kelurahan di Kecamatan Ayah dan Kebumen yang dianggap paling rawan terjadinya tindak pidana perdagangan orang.

sekolah yang menjadi sasaran PTPPO di wilayah Kecamatan Kebumen yakni SMPN2 Kebumen,SMPN 7 Kebumen,MTsN 2 Kebumen,MAN 2 Kebumen dan SMK Batik Sakti 1 Kebumen serta Kelurahan Kebumen. Sedangkan di wilayah Ayah meliputi desa Kalibangkang,SDN Kalibangkang, MI SA Kalibangkang, SMPN 2 Ayah, dan SMAN 1 Ayah serta SMK Maarif 6 Ayah.
Penetapan lokasi tersebut merupakan program dan implementasi PTPPO Sub Gugus tugas Bidang Pendidikan yang didukung anggaran dari pusat sebesar Rp 50 juta. Alokasinya diarahkan untuk advokasi PTPPO disamping penguatan kapasitas sub gugus tugas PTPPO di Kabupaten Kebumen dalam mengimplementasikan kebijakan PTPPO di daerah pengirimân
Sejak tahun 2010 Dinas Dikpora sudah melaksanakan berbagai program PTPPO. Selain menggelar Rapat koordinasi Sub Gugus Tugas PTTPPO bidang Pendidikan juga telah dilaksnakan workshop PTPPO dan ditindaklanjuti dengan Rencana AKsi Daerah PTPPO.

Kegiatan tersebut melibatkan seluruh komponen mulai dari pengambil kebijakan di bidang pendidikan yaitu Bupati dan Kepala Dinas Dikpora dan pejabat terkait lainnya juga pendidik dan tenaga kependidikan serta menjangkau keluarga peserta didik dan masyarakat yang rentan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.
 

  1. 2.   Terkait Trafficking

Dari data yang ada sejak tahun 2006 dilaporkan 1 kasus ,2007 tidak ada laporan,tahun 2008 terlaporkan 1 kasus,dan tahun 2009 dilaporkan 1 kasus.

Ditambahkan belum terlaporkannya praktek trafficking disebabkan karena masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang praktik perdagangan orang itu sendiri juga tentang UU 21 /2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Pemkab Kebumen tengah merintis pembentukan Gugus Tugas PTPPO- Pencegahan Tindak Pidana perdagangan Orang atau Traficking. Gugus tugas tersebut beranggotakan sub gugus yang merupakan SKPD terkait serta jajaran TNi/POLRI.Gugus Tugas dan Sub Gugus akan bekerja melakukan pencegahan tindak pidana perdagangan orang melalui rencana aksi daerah http://www.kebumenkab.go.id/index.php?module=news&func=display&sid=1271

  1. 3.   Penanganan kasus TKW yang jatuh dari lantai 5 di singapura

Eka Yulianti (25) warga Desa Karangpule Sruweng, Kebumen. Ia pulang dalam kondisi mengenaskan, bahkan harus dirawat intensif di PKU Muhammadiyah Sruweng karena mengalami patah tulang akibat jatuh dari lantai 5 rumah majikannya di Singapura.  Yulianti dipulangkan oleh majikannya melalui Bandara Adisutjipto Yogyakarta tanpa membawa barang, pekan ini. Menurutnya, peristiwa yang dialami terjadi pada bulan Februari lalu. Saat itu, ia didorong majikannya yang bernama Soo Kee Lim, saat hendak meminta gaji bulanan. Sebelum itu, perlakuan kasar juga pernah dialami, seperti disundut rokok dan diseterika kaki kirinya oleh majikan.

Bariyah (42) ibu Yulianti menuturkan, anaknya berangkat ke Singapura 15 bulan yang lalu. Namun baru beberapa bulan, anaknya sudah mengeluh tentang perlakuan kasar, serta pemotongan gaji oleh majikan. Yulianti takut melaporkan ke Kedutaan RI di Singapura. Apalagi, oleh majikan dilarang ke luar rumah. Pihak Pemkab terutama P2TP2A yang justru intens melakukan pendampingan dan penanganan korban TKW ini.

Tanggal 28 April 2009 tim P2TP2A terdiri dari Ibu Wahyu Siswati, Kepala BPPKB,  Ibu Ir. Puji Rahayu serta Kabid Ketenagakerjaan Nakertransos ( Tenaga Kerja Transmigrasi & Sosial ), Ibu Haryati yang didampingi oleh Bpk. Agus Suroto serta LBH ( Ibu Umi, SH ) menjenguk sekaligus mengupayakan perlindungan Hukum maupun Hak-Hak TKW Singapura bernama Eka Yulianti yang diduga sebagai korban KDRT oleh majikannya, yang menurut penjelasan korban didorong dari lantai 5 rumah majikannya.Hal tersebut terjadi karena korban meminta uang gaji yang sudah 3 bulan belum diberikan padahal korban sudah memerlukannya karena akan segera digunakan untuk membayar tukang yang sedang membangun rumah di desa asalnya Karangpule, Sruweng Kebumen.

Eka Yulianti ini berangkat melalui PJTKI Cilacap PT. Hasrat Insan Nurani dengan Direktur bernama Bpk. Mahdi ( menurut penjelasan orang tua korban Bpk. Turiman dan Ibu Bariah ).
Eka Yulianti / Korban ini mempunyai kontrak kerja sebagai PRT selama 2 tahun di rumah majikannya di Singapura bernama Soo Kee Lim yang beralamat di Bukit Batok Street 11 Blok 1400 Lt. 5 No. 39 Singapura 650140..

Kondisi korban mengenaskan di kaki kirinya terdapat luka bekas sundutan rokok dan terkena panas setrika ( terdapat noda bekas gambar setrika di betis kaki kiri ), luka di punggung telapak kaki serta tumit yang masih di bungkus perban. Sedang bagian muka korban membengkak yang menurut penjelasan pihak tenaga medis RS, PKU. Sruweng karena ada tulang yang retak, juga ada luka bekas jahitan di sudut mata kiri bawah, mata kiri juga mengecil. Menurut informasi korban sudah sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura selama 40 hari dalam kondisi koma, bahkan kedua orang tua korban serta suaminya sempat didanai pihak PJTKI tersebut untuk menjenguk korban ketika koma di Singapura tetapi hanya diberi waktu 5 menit sesudah itu segera diminta pulang ke Indonesia. Bahkan ketika korban dikirim ke Indonesia melalui bandara Jogjakarta, orang tua korban diberitahu melalui telpon oleh salah satu dokter JIH ( Jogja International Hospital ). Tidak ada penjelasan siapa dokter tersebut.

Pagi subuh ( 22 April 2009 ) diantar langsung ke RS.PKU Muhammadiyah Sruweng, karena keluarga tidak mampu apabila harus dirawat di JIH karena harus memberikan uang muka sebesar 5 juta rupiah. Ibu Eka yang tengah memperjuangkan nasib hidupnya menjadi korban kekerasan yang sungguh sangat tidak manusiawi. Kondisi keluarga yang guncang karena suami korban kurang bertanggung jawab menambah sejarah memprihatinkan, anaknya bernama Egi Firmansyah berusia 3 ½ tahun kini harus diasuh Kakek Neneknya yang masih menanggung 2putranya yang lain ( adik dari korban ) Rudi dan Adi Tria Bahtiar.

PEMKAB sedang berupaya keras untuk memberikan bantuan serta mengupayakan perlindungan hukum. Korban juga diupayakan dirujuk ke Rumah Sakit yang ketersediaan alat untuk perawatan korban lebih lengkap ( Karena hasil rontgen menunjukkan luka korban sangat serius sekujur tubuh banyak mengalami keretakan tulang, sehingga memerlukan alat yang memadai untuk perawatannya ).  Kasus eka yulianti mendapatkan perhatian dari banyak pihak termasuk dari DPRD.

  1. Penanganan kasus TKW Asal Puring (Sadini) à hasil investigasi indipt dan pakubumi

Setahun yang lalu Sadini (korban) masih dalam keadaan sehat dan normal layaknya ibu rumah tangga pada umumnya, namun setelah kepulangannya dari Saudi Arabia sebagai pekerja rumah tangga kondisinya sangat berubah, “jangankan mengasuh anaknya (Khusnul Khotimah 4,5 th), untuk ngurus diri sendiri saja tidak bisa” kata Yusdiyanto (suami korban).

Pada mulanya, Sadini hanya merantau di Bandung, dan karena Yusdiyanto berkehendak istrinya untuk dirumah saja mengurusi anaknya, Sadini pun pulang ke desa Banjarejo, Puring.  Dan kehidupan di Banjarejo yang kondisi masyarakatnya memang tergolong banyak buruh migran, akhirnya Sadini terbujuk salah seorang penyalur tenaga kerja atau seponsor (Asngad) cabang PT. Sukma Insan yang berkantor di Karanganyar.

Niat Sadini berangkat ke Saudi Arabia sebenarnya tidak dikehendaki Yusdiyanto, namun pada akhirnya Yusdiyanto pun mengalah dan merelakan Sadini berangkat.  Setelah keberadaan Sadini di Saudi Arabia, Sadini hanya beberapa kali berkomunikasi dengan Yusdiyanto, yang awalnya memberitahukan bahwa Keberadaan Sadini di Saudi Arabia sehat dan selamat, “saya betah dan majikan juga baik” kata Yusdiyanto. Namun setelah tiga bulan lebih komunikasi terputus dan tidak ada kabarnya, “Terakhir saya komunikasi dengan istri saya sekitar 3 bulan selama istri saya berada di Saudi Arabia, namun setelah itu sudah tidak ada lagi kabarnya, dan tahu-tahu kondisinya sudah seperti ini (depresi)” jelas Yusdiyanto.

Setelah mendapat kabar bahwa kondisi istrinya sakit dan sudah berada di RS … Jakarta, Yusdiyanto langsung menyusul ke Jakarta bersama ayah korban (mertua). Dan selama keberadaannya di Jakarta, Yusdiyanto hanya mendapat keterangan bahwa istrinya sakit dan dirawat di RS Bayangkari. Ketika ditanya penyebabnya, agent (pihak penyalur) hanya bercerita bahwa majikan Sadini jahat, dan Sadini dititipkan kepada pembantu (TKW) tetangga sebelahnya lalu dipulangkan ke Indonesia. Dan agent menambahkan, kalau tidak ditolong rekannya, paling-paling malah dibuang.

Walau pun didampingi sponsor yang memberangkatkan Sadini ke Saudi Arabia dan biaya RS ditanggung PT Sukma Insan Kamil, tapi Yusdiyanto hanya bisa bertahan 9 hari di Jakarta, yang seharusnya Sadini dirawat selama 1 bulan. “seharusnya istri saya dirawat selama 1 bulan, tapi kerena saya sudah tidak tahan dan keterbatasan ekonomi, akhirnya saya hanya bisa bertahan 9 hari, lalu saya ajak pulang istri saya” jelas Yusdiyanto.

14 Maret 2011, Sadini hidup di desa Banjarejo, Puring  dalam kondisi ketergantungan. Kondisinya masih dibayang-bayangi rasa ketakutan, pandangannya kosong, polahnya seperti anak kecil, dan yang memprihatinkan bahwa Sadini sudah tidak ingat lagi pada anak dan bahkan saudara-saudaranya, apa lagi tetangga sebelahnya, “Awalnya istri saya takut kepada siapapun, tapi setelah beberapa hari saya bujuk alkhamdulillah bisa dekat dengan saya. Hingga saat ini, kedekatan instri saya hanya kepada saya, ya seperti ini, seperti anak kecil” jelas Yusdiyanto.

Dan ia menambahkan, “Kemanapun saya pergi, istri selalu ikut dan tidak mau ditinggal, dan ketika ditinggal dititipkan dirumah orang tuanya sendiri (orang tua korban) justru malah tidak mau masuk rumah. Kalau seperti ini terus kan repot, bagaimana saya bisa bekerja lah kemana saya pergi selalu dibuntuti terus.”  Yusdiyanto berharap sekali kondisi istrinya pulih seperti dulu, namun harus bagaimana, karena keterbatasan pengetahuan dan kondisi ekonomi, kemana harus mengadu ?

Yusdiyanto menjelaskan, “memang ada hasil Sadini dari Saudi Arabia, tapi uang itu tidak bisa diambil ketika Sadini belum normal” kata Yusdiyanto. Upaya Yusdiyanto sudah dilakukan, dengan melaporkan kasus tersebut kepada kadus setempat. Namun, dari pemerintah desa baik RT, RW, Kadus, bahkan yang lainnya tidak ada yang merespon bahkan peduli pada Sadini atau pun Yusdiyanto.

Ketika kasus ini dilaporkan kepada disnakertransos oleh Pakubumi dan indipt dari pihak Disnakertransos kemudian menindaklanjuti dengan mengunjungi ke tempat Sadini bersama dengan PJTKI yang menyalurkan Sadini. Setelah Disnakertransos dan PJTKI tersebut kerumah Sadini, keluarga Sadini sulit berkomunikasi dengan pihak Pakubumi dan Indipt. Menurut keterangan dari Yusdiyanto, Sadini dibawa oleh Disnakertransos dan PJTKI ke rumah sakit Margono Purwokerto. Namun dari pihak keluarga merasa kerepotan jika harus membawa Sadini ke Purwokerto dan meminta untuk membawa ke RSUD Kebumen saja. Namun Disnakertransos beralasan bahwa di RSUD tidak ada Psikolog yang bisa menangani. Padahal pihak Indipt sudah mengkoordinasikan dengan pihak P2TP2A Kartika yang juga menyarankan untuk membawa ke RSUD Kebumen.

Pada tanggal 4 Mei 2011 ketika rapat koordinasi P2TP2A pihak Disnakertransos ditegur karena tidak berkoordinasi dengan pihak lain (P2TP2A).

 

  1. Penangan kasus BMI asal SMK yang ditipu

Kasus pengiriman 56 calon TKI ilegal ke Selangor, Malaysia, terus diusut Polres Kebumen. Polisi menetapkan Kepala Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN1 Kebumen, N (49), menjadi tersangka.

Para gadis tamatan berbagai SMK, antara lain dari SMKN2 Kebumen, SMK Taman Karya, SMK Pembangunan Kutowinangun, dan SMK di Gombong dan sebagian lagi tamatan tahun lalu. Mereka dinyatakan sebagai calon TKI ilegal, karena berangkat lewat perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) PT M, yang tidak terdaftar di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kebumen. BKK di sekolah semestinya hanya menangani pemberangkatan tenaga kerja dalam negeri. Namun BKK SMKN1 Kebumen itu berani merekrut puluhan gadis disalurkan ke PT M sebagai calon TKI ke Malaysia.

Atas perbuatannya, sementara ini tersangka warga Desa Karangsari Kebumen itu dijerat dengan Undang-undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Merujuk Pasal 102, ancaman hukuman minimal dua tahun, maksimal 10 tahun. Bahkan ancaman dendanya cukup tinggi, hingga Rp 15 miliar

Mereka direkrut PT MKM Cabang Yogyakarta melalui sekolahnya masing-masing. Rencananya, mereka akan bekerja di perusahaan elektronik dengan gaji bersih 600 Ringgit per bulan. Beberapa calon TKI mengungkapkan, perekrutan dilakukan melalui seleksi di Yogyakarta. Mereka juga menjalani medical test atau tes kesehatan. Bahkan paspor dan visanya sudah jadi. Untuk bisa berangkat, mereka tidak dikenakan biaya. Biaya pemberangkatan sebesar Rp 5,5 juta, akan diangsur dengan cara potong gaji. Biaya itu sudah termasuk biaya tes kesehatan Rp 250 ribu. Namun rata-rata sudah membayar biaya tes kesehatan. Para calon TKI tidak menduga akan gagal berangkat bekerja ke Malaysia. Mereka yakin semua prosedur telah ditempuh dengan benar. Bahkan sempat mengikuti tes di Dinas Tenaga Kerja Yogyakarta